Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dalang Menulis

Sesungguhnya menulis merupakan pekerjaan yang menyenangkan, walau disisi lain memusingkan karena ide. Tetapi menurut penulis pribadi, menulis itu lebih banyak senangnya. Dikarenakan dengan menulis banyak hal yang dapat dibagikan ataupun diceritakan kepada orang lain, meskipun nun jauh disana. Selain itu penulis adalah bagian dari seniman, yang melalui jalur tulisan. Karena menulis itu dinamis selalu berubah-ubah, hari ini menulis apa dan besok menulis apalagi. Bukan hanya sampai disitu saja melainkan, dari kegiatan tersebut penulis dapat dijadikan salah satu bidang propesi pekerjaan. Memang tidak semua orang menyukai dunia seni tulis. Tetapi kalau ada niat sebagai langkah awal dan mau memulai walau hanya sebaris, lambat waktu akan bisa juga. tidak kenal maka tidak sayang, bila tidak mencobanya maka akan ketagihan. Seperti halnya anak kecil yang belum bisa menulis. Tetapi karena dilatih terus-menurus, akhirnya bisa menggoretkan pena dan membuat namanya sendiri, tidak perlu lagi bertanya. Karena telah terbiasa sehingga tidak perlu lagi dibimbing ataupun harus diarahkan.

Menulis adalah seni bertutur atau mengungkapkan apa yang melintas dalam kaca pikiran. Walau terdapat dua macam penulisan seperti fiksi maupun non fiksi. Tetapi keduanya lahir sama-sama dari suatu ide gagasan. Yang bisa di lihat wujudnya jika telah terangkai dalam bentuk kata-kata. Sehingga lahirlah bayi mungil lucu dan siapa saja ingin menggendongnya atau mau membacanya. Memang untuk menulis tidak semudah apa yang dibayangkan apalagi sedang sepi ide, walau di depan laptop seharian tetap percuma. Namun selama ada niatan yang kuat pasti ide akan tetap terus mengalir bagaikan sungai, sepanjang di tengah kemarau. Jika ide datang bagaikan di musim penghujan, jangan ditunda ataupun ditahan segera goreskan pena. Pada dasarnya setiap orang bisa menulis, namun kurangnya kesabaran dan ketelatenan. Apalagi bagi orang yang sukanya bekerja diluar rumah dan mobilitas kemana-mana, lalu di suruh menulis tentu yang ada dalam bayangannya lelah, letih dan bosan. Dikarenakan hanya duduk di depan kertas maupun laptop, berjam-jam bahkan bisa sampai dini hari untuk membuat sebuah tulisan. Tetapi apabila rasa senang yang ditanamkan, semua itu menjadi sahabat sebagai teman dalam melahirkan tulisan dan pada akhirnya dapat dinikmati oleh orang banyak. Apalagi untuk di zaman sekarang eranya telah online, jadi yang menikmati bisa orang dari jauh.

Sesuai dengan judul tulisan ini yakni Dalang Menulis. Dan apa yang pernah penulis katakan, menulis bagian dari seni serta pelakunya adalah seorang seniman goresan aksara pena. Dimana melalui ujung pena ataupun jari, dari dua-duanya melahirkan suatu karya yang dapat dinikmati oleh orang banyak di zaman sekarang maupun di masa akan datang. Bagi teman-teman suka atau pernah menonton pegelaran wayang kulit, pasti tahu setiap dalang mempunyai gagrak; gaya pakeliran yang berbeda. Misalnya gaya Jogja atau gaya Solo, keduanya mempunyai cirikas tersendiri. Namun semuanya sama-sama seorang dalang wayang kulit menyampaikan suatu lakon, menceritakan suatu kisah yang buah manfaatnya dapat diambil. Setelah itu bisa ditrapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh cerita Babat Wono Marto. Dimana dalam cerita tersebut buah manfaat yang dapat diambil adalah kebersamaan dan semangat kuat. Apabila kita mempunyai suatu tujuan atau impian/cita-cita. Di dalam cerita tersebut yaitu Raden Beratasena dan para saudaranya yakni pandawa. Semua membuat keraton dengan cara pohon yang ada di rubuhkan terlebih dahulu. Tapi ternyata tidak terlihat oleh mata biasa di hutan itu tempatnya keraton para makhluk halus, karena tempatnya di obrak-abrik makhluk halus tersebut marah dan kemarahannya di tumpahkan ke pandawa. Namun karena semangat yang kuat dan kebersamaan telah menyatu di dalam diri mereka, akhirnya para pandawa berhasil mengatasinya, lalu menjadi keraton.

Penulis adalah dalang pikiran yang menyampaikan isi didalamnya. Dimana telah di tulis oleh para pujangga penulis zaman dahulu. Jika dalang menyampaikan dengan cara menuturkan menggunakan lisannya dan medianya adalah benda berupa wayang, lalu ceritanya telah tertulis sebelumnya. Tetapi jika penulis dan apapun itu jenis tulisannya. Ia harus merangkai aksara, hingga menjadi sebuah cerita yang utuh dan dapat di baca oleh orang banyak tidak hanya dirinya sendiri.

Mengingat di zaman sekarang media online dapat di akses selama 24 jam dan bisa di buka dimana saja. Jadi para pembaca tidak hanya lingkup sekitar kita saja tapi yang jauh disana, juga bisa menikmati aksara yang telah kita rangkai. Yang terpenting lakukan dengan senang hati, lalu di mulai dari membuat tulisan paling disukai. Seperti membuat tutorial, artikel pendek, artikel panjang, catatan harian, puisi, novel, cerpen, non fiksi dan yang lain-lainnya.

Berangkat dengan sungguh-sungguh dan kerjakan dengan sepenuh semangat yang ada. Jangan katakan tidak bisa. Tapi katakan bisa. Dua mantra tersebut dapat di ucapkan setiap hari dan yang paling terpenting adalah, tindakkan. Karena tanpa adanya tindakkan niscaya, walau hanya sebaris tidak mungkin ada. Tetapi jika ada tindakkan dan mau bergerak, walaupun pelan-pelan dalam menulisnya akan menjadi berbaris-baris.

Ketika menulis lambari dengan kertas keyaqinan, bahwa aku bisa dan pasti ada yang membacanya antah sekarang ataupun nanti. Jangan sampai terhenti langkah dikarenakan terbayangi oleh bayangan hitam kegagalan atau anggapan menulis itu akan sia-sia. Benih kebaikan, jika ditanamkan dengan setulus hati dan dilakukannya dengan sungguh-sungguh tanpa ada pamerih apapun. Mudah-mudahan tumbuhnya menjadi buah yang manis.