Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

harus disesuaikan

Cahaya ilmu pengetahuan merupakan sumber penerang agar dapat mengetahui apa yang ada disekitar hidup kita. Apabila sedang ada dalam perjalanan tahu kapan harus berbelok ataupun harus jalan lurus. Selain itu jika langit akan turun hujan juga dapat diketahui seberapa tebalnya mendung, sehingga persiapan dapat dilakukan jika mau berpergian apalagi tujuannya jauh. Jangan sampai memaksakan kehendak apabila tidak sesuai, kecuali berupaya lebih baik lagi. Sumber penerang dapat berbagai macam jika siang hari tentu Matahari. Jika malam Bulan atau Rembulan. Dengan begitu kita dapat berhati-hati dalam melangkahkan kaki dan mempertimbangkan ulang. Jangan terdorong keinginan yang menggebu-gebu hanya segera sampai di tempat. Seperti sumber cahaya ilmu pengetahuan bisa didapatkan hanya dengan terus belajar dan terus berlatih. Karna tidak mungkin datang sendiri. Pengalaman yang sudah terjadi dapat dijadikan pelajaran. Tentu kita masih ingat jika dulu akan kenaikan kelas atau waktu kuliah, agar bisa naik kejenjang berikutnya harus melalui ujian terlebih dahulu. Nanti dari situ akan terlihat nilai kita, bahwa akan naik apa tidak. Jika nilai kita bagus tentu ada harapan untuk naik kejenjang selanjutnya. Tetapi kalau nilai kita kurang baik maka tetap diam di tempat. Adanya ujian agar ilmu yang kita dapatkan selama semester berjalan di saat itu, di uji meresap apa tidak. Dengan adanya ujian berarti mau apa tidak mau kita harus membuka lembaran kertas pelajaran lagi.

Meskipun cahaya ilmu pengetahuan cukup untuk menerangi langkah kaki kita. Namun apabila tetap saja melangkah semaunya tidak bedanya seperti berjalan di malam hari. Dan tidak menutup kemungkinan kerugian atau kegagalan yang didapatkan. Oleh dari itu sabar perlu ditingkatkan dan sebagai rem pengendali agar tidak kebablasan. Namun terlalu sabar juga tidak baik. Karena apabila terlalu sabar atau pelan-pelan sekali, kita tidak akan melangkahkan kaki. Sebab banyak hal yang harus dipertimbangkan. Sedangkan baik maupun buruk selalu ada menyertai langkah kaki kita ada di belakang. Jadi Seng Samadyo; Secukupnya. Untuk itu selalu membaca suasana diperlukan kapan harus berlari, kapan harus langkah cepat dan kapan jalan nyantai. Supaya sampai di tempat yang kita tuju dengan selamat. Karna setiap orang mempunyai pilihan jalannya sendiri-sendiri yang disukainya. Seperti meniti karir. Tetap berjalan terus walaupun pelan tentu disesuaikan dengan kemampuannya. ISO JALARAN SOKO KULINO; BISA KARENA TERBIASA. Tetapi disesuaikan dengan keadaan yang ada, jangan memaksakan apabila tidak memungkinkan. Lebih baik menunggu sesaat lamanya tapi selamat atau resikonya kecil. Bayangan yang manis-manis memang selalu datang untuk menggoda tapi ingat jangan terburu-buru berlari mendatanginya.

Terkadang ada orang mempunyai kemampuan yang sama. Tetapi niat serta semangat bisa berbeda. Sebagai contoh: Ada dua orang petani Sukiman dan Surijan. Sama-sama mempunyai cangkul dan ilmu menyangkulnya sama saja, dari bapaknya. Namun petani yang satunya yakni Sukiman banyak uang disebabkan selalu untuk mencangkul sawah orang, dari situ diberi upah dan tidak pernah ganti-ganti pacul. Jadi tidak hanya untuk menyangkul sawahnya sendiri saja. Tapi petani yang satunya yaitu Surijan tidak pernah untuk menyangkul sawah, hanya untuk menggali batu dari dalam tanah. Karena ia bekerja di proyek penggalihan batu. Biar mendapatkan upah yang lebih besar dari saudaranya tadi yaitu Sukiman. Tetapi mengingat pacul dari keduanya terbuat dari kayu yang kecil, hanya cocok untuk menyangkul tanah sawah. Jadi tidak heran apabila Surijan walau mendapatkan bayaran lebih banyak tapi sering untuk mengganti paculnya, yang selalu patah gagangnya karna tidak sesuai dan memaksakan diri. Disebabkan niat dan semangatnya, yang ingin lekas mendapaktkan uang lebih banyak tapi tanpa memperhitungkan alatnya hanya sanggup untuk mencangkul tanah di sawah. Memang hal tersebut tidak ada yang salah ingin mendapatkan uang lebih dari biasanya. Tetapi seharusnya belajar lagi atau mencari tempat untuk membeli alat pacul, yang memang sesuai dengan pekerjaannya saat itu. Namun beda dengan saudaranya yang tadi pasrah dan sadar diri. Karena alat pacul yang dimiliki hanya cukup untuk mencangkul sawah saja, bila selebihnya itu tidak memungkinkan. Jika harus keluar dari kemampuan alat yang dipunyanya maka harus membeli cangkul lain atau belajar sama, tukang besi yang sering membuat peralatan tani. Jadi belajar itu sesuatu hal yang wajib dan kalau kita belum bisa, sedangkan ilmu itu sangat diperlukan sekali untuk mencari rejeki maka usahakanlah. Dari uang upah atau gaji bisa disisikan untuk menimba ilmu terkait dengan bidang pekerjaan yang digelutinya dan akan diseriusinya. Jangan pernah untuk memaksakan diri untuk melakoni sesuatu hal yang membuat lelah sendiri.

Tiap-tiap orang mempunyai daya tenaganya masing-masing tidak bisa disamakan dengan yang lainnya. Atau memang bisa jadi tenaga kemampuannya sama tapi niat semangat serta motifasinya berbeda, hal itu dapat mempengaruhi daya gerak seseorang. Seperti dua truk mempunyai muatan yang sama. Tapi truk yang satunya mengikuti prosedur dari pabrikan tidak boleh melebihi batas dan selama satu bulan, hanya dibolehkan sampai sekian kilo meter. Sedangkan truk satunya lagi, memaksakan diri selalu untuk memuat barang-barang yang ada dan kilo meternya melebihi batas dari ketentuan pabrikan. Memang jika di lihat sekilas truk yang kedua menghasilkan uang lebih banyak. Namun sering masuk keluar bengkel dan sudah beberapa kali turun mesin sehingga tidak bisa digunakan lagi. Sedangkan jika dihitung-hitung keuntungan dari mengangkut segala macam barang tersebut tidak cukup untuk mengganti truk itu kembali. Tetapi lain halnya dengan truk pertama. Mengikuti prosedur dari pabrikan berapa yang harus dimuat dan jaraknya beberapa kilo meter sesuai ketentuan, jadi jarang rusak apalagi turun mesin. Sehingga pemilik truk yang pertama tadi walau sedikit masih mendapatkan laba bersih. Disebabkan jarang sekali mengganti-ganti onderdil mesin maupun tidak pernah turun mesin.