Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Isi Fikiran

Bumi dan laut diciptakan sebagai sumber makanan bagi manusia. Dari keduanya banyak hal yang dapat diambil isinya, lalu dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Karena hampir seratus persen apa yang dikonsumsi oleh manusia, semuanya berasal dari dua alam tersebut. Seperti nasi, diasilkan dari ladang atau sawah. Yang dimana diproduksi oleh bapak petani. Sedangkan sawah sendiri letaknya ada di daratan yakni di bumi. Setelah itu ladang atau sawah digarap di paculi dan sebagainya, biar dapat di tanami sesuai yang ada dilingkungannya. Jika disekitarnya banyak yang menanami padi, maka dilingkungannya melakukan hal yang serupa. Namun jika disekelilingnya banyak yang menanam bawang merah, bawang putih atau semacamnya. Tentu Bapak Petani juga menanam yang sama dengan teman-temannya. Dan masih banyak lagi jenis-jenis tanaman yang lainnya. Dimana semua itu menjadi kebutuhan pokok dasar manusia, yang tidak dapat dihilangkan seratus persen. Meskipun saat ini zamannya serba instan seperti sambal, sudah ada yang berbentuk jadi, tinggal makan saja, tanpa harus repot-repot membuat racikan. Tetapi tetap bahan baku dasarnya adalah bawang merah, bawang putih, cabai dan sahabat-sahabatnya. Semua itu sama harus melalui proses yang telah dikatakan di atas, hingga tidak muncul atau tumbuh begitu saja. Meskipun instan tapi bahan dasarnya juga harus mengikuti proses alam.

Lautpun juga demikian banyak hal yang dihasilkan dari dalamnya dan dapat dimanfaatkan hasilnya. Bagi nelayan lautan adalah sawah seperti halnya para petani. Karena dari dalam laut banyak jenis ikan yang dapat diambil, lalu dijual dan dijadikan lauk makan nasi. Beraneka macam jenis ikan yang ada dalam laut dan semua itu disukai oleh banyak orang. Termasuk diri penulis sendiri, suka sekali jenis olahan masakan ikan mau dibumbu apapun. Meskipun di laut banyak sekali jenis ikan yang dapat diambil. Tetapi itu semua harus menggunakan perhitungan yang cermat melihat cuacanya seperti apa serta kehati-hatian. Dikarenakan berada ditengah lautan, yang dimana cuacanya dapat berubah sewaktu-waktu tanpa janjian sebelumnya. Belum lagi ombak yang besar, lalu mesin kapal mati di tengah-tengah dan kendala lainnya. Terkadang kita sering mendengar di berita-berita bahwa ada seorang nelayan yang terbawa ombak begitu jauh hingga sampai kepulau lain. Tetapi hal tersebut bagi seorang nelayan tidak menjadi soal, karena semangatnya bagaikan deburan ombak di tengah lautan.

Dalam menulis juga seperti itu mengeluarkan isi gagasan, dari laut ataupun bumi akal. Yang dimana didalamnya dapat menghasilkan beberapa aneka ragam bentuk corak jenis pemikiran. Dan setiap orang mempunyai selera atau kesenangan tersendiri. Dalam menggoreskan penanya sebagai alat untuk menggali ataupun jaring penangkap ikan pikiran. Setelah itu agar banyak orang dapat membacanya dan bertualang didalam ceritanya ataupun menyelami apa yang menjadi makna tulisannya. Seperti lezatnya ikan yang ada ditengah laut. Tetapi terkadang ada beberapa orang, yang menyukai jenis ikan tertentu saja, tidak semuanya suka. Jenis beraspun juga demikian. Walau banyak berbagai macam jenis-jenis beras misalnya Rojo Lele, Pandan Wangi, Enam Empat dan lain-lainnya. Tetapi hanya jenis beras tertentu yang disukai oleh sebagian orang. Demikian juga dengan sebagian petani, ada yang suka menanam benih padi tertentu saja disebabkan usia masa tanamnya hanya sebentar jadi tidak perlu menunggu waktu terlalu lama. Karena tidak semua jenis padi mempunyai karakter yang sama. Kebetulan hampir semua keluarga penulis yang ada di desa semuanya adalah seorang petani, jadi banyak tanya dikit-dikit tahu walau belum pernah terjun langsung. Dari sekian jenis merk padi yang ada di tengah-tengah petani, itu mempunyai masa tumbuhnya berbeda. Selain itu membawa keunggulannya masing-masing dan yang tadi telah disebutkan, mempunyai masanya sendiri. tidak berhenti sampai disitu saja, ketika sudah di giling menjadi beras lalu di masak, hasilnya jika diperhatikan juga berbeda. Apalagi kalau hasil panennya, tidak sesuai dengan harapan tentu pemasukannya juga jauh dari bayangan.

Keluarkan apa yang ada dalam akal, jangan ditahan apabila ada pemikiran maupun gagasan. Pemikiran merupakan bentuk kekayaan dari setiap orang. Yang dimana tidak akan pernah habis walau usia terus bertambah, paling hanya saja pegel-pegel jarinya ketika menulis. Menulislah sepanjang waktu, jangan berhenti selagi ada inspirasi, apabila inspirasi datang mendekati segeralah goreskan dia. Jangan biarkan berlalu bersama angin malam, yang hanya meninggalkan cerita tapi tidak bisa bersama apalagi dikenang. Hanya dengan tulisan suatu cerita-cerita kan tetap selalu dapat di baca sepanjang masa dan memberikan gambaran kepada generasi yang akan datang. Sesungguhnya kita semua adalah pelaku sejarah diri masing-masing. Karena dari itu goresan apa yang akan kita guratkan agar terlihat atau dapat di baca oleh anak cucu maupun orang lain.