Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam Jenis Seni

Pelaku seni atau kesenian beranekaragam bentuknya yang ada ditengah kehidupan, memberikan warna keindahan. Seni banyak macamnya bukan hanya yang bersuara saja. Seperti yang dilahirkan oleh suatu instrumen musik. Namun seni rupa juga bagian dari seni misalnya patung, lukisan, ukir-ukiran dan lainnya. Lalu seni gerakan tubuh yakni tari. Juga bagian dari seni sesuai dengan bentuknya. Menulis juga bagian dari seni. Jadi dapat di artikan bahwa dunia seni sangat luas tidak hanya terbatas salah satu bidang saja. Karena seni dilahirkan sesuai apa yang dirasakan oleh setiap jiwa pernah ada didekatnya dan lahir dari daya hening ciptanya. Demikian juga dengan pelaku seni atau orang yang sangat menyukai salah satu kesenian. Dia akan terbawa sama arus yang ada disekitarnya. Sebagai contoh penulis sendiri sejak kecil kira-kira usia empat, tiga tahun, sudah sering diajak nonton wayang kulit. Dan sekitar usia enam tahun juga sudah kerap diajak latihan gamelan, sama Bapak dua kali dalam seminggu. Karena si mbah buyut adalah dalang wayang kulit di lokal desa. Sedangkan si mbah atau orang tua dari Bapak, adalah penabuh gamelan selama tiga puluh tahunan. Lalu walau seumur jagung Bapak sendiri pernah menjadi penabuh gamelan di salah satu grup paguyupan. Tetapi penulis sendiri lebih senang memilih jalur kesenian menulis. Menurut pandangan penulis, kegiatan menulis merupakan pondasi dasar untuk mewujudkan apa yang ada di alam awang-awang fikiran setiap manusia. Dari situ nantinya akan terlahir berbagai macam bentuk kesenian bisa rupa, suara dan sebagainya.

Seni melukis, memahat dan ukiran. Seni mengungkapkan apa yang ada dalam fikiran mengikuti arah mata yang tidak terlihat. Agar dapat terlihat oleh orang banyak dari apa yang di amatinya, ketika orang lain tidak mengamatinya. Karena apabila disimpan dan tergambar dalam fikiran saja, akan menjadi sesuatu hal yang sia-sia. Lalu dibalik itu semua tersimpan makna yang tidak dapat diungkapkan dengan keterbatasan ucapan kata-kata. Selain itu juga akan selalu menjadi pengingat sepanjang masa. Jadi tidak heran kalau ada pelukis atau pemahat patung karyanya dihargai dengan nilai yang tinggi. Itu sebenarnya yang dihargai bukan hasil kerjanya. Tetapi tenaga yang telah dikeluarkan untuk mengerjakan nilai seni tersebut. Karena apa yang dikerjakannya tidak dapat di nilai oleh harga.

Tari atau menari juga salah satu bagian dari kesenian. Yang pelakunya lebih banyak dilakukan oleh para wanita, walau ada juga beberapa pria pandai menari dan tidak menjadi masalah. Tetapi menurut penulis itu merupakan hak setiap individu masing-masing. Seni gerak tarian yang mengikuti irama instrumen musik tersebut juga mempunyai makna didalamnya. Dimana orang yang melahirkan pertama kali tidak sembarangan asal bergerak. Tetapi digerakan oleh keheningan cipta yang dituntun untuk melakukan, gerakan serupa. Dan setelah itu dipadukan dengan irama instrumen musik. Jika di Jawa tentu dengan instrumen gamelan. Jadi setiap tarian mempunyai ceritanya masing-masing yang ada di dalam geraknya. Dimana hal tersebut tidak bisa dijelaskan melalui kata-kata.

Dalang juga bagian dari kesenian. Setelah dua macam yang telah disebutkan di atas. Jika dalang identik dengan cerita wayang. Sedangkan wayang sendiri di Nusantara banyak sekali ragamnya. Ada wayang golek, wayang kulit dan sebagainya. Namun terlepas dari itu semua dalang adalah seni tutur sebuah lakon atau kisah dimasa lalu seseorang maupun kerajaan. Dimana cerita-cerita tersebut diabadikan di atas daun rontal, hingga saat ini dapat dibaca dan disalin dalam kertas. Misalnya seperti cerita episode Perang Berata Yuda. Dimana menceritakan tentang dua kubu keluarga yang saling berperang merebutkan suatu negara dan mereka adalah saudara sepupu. Selain cerita tersebut masih ada yang lainnya tidak kalah terkenalnya. Yaitu Sinta dan Rama. Yang menceritakan tentang kesetiaan suatu tali cinta. Dan seorang raja yang dikenal jahat yakni Rahwana atau Dasamuka. Bahwa raja tersebut digambarkan mempunyai sifat tidak baik menginginkan sesuatu yang memang bukan menjadi miliknya. Dari ketamakan sifatnya itu, ia dan seluruh yang dimilikinya musnah hilang lenyap bersama selesainya perang di negaranya.

Lalu terakhir didalam coretan yang singkat ini adalah. Menulis. Karena kesenian tersebut bagaimana mengejowantahkan apa yang ada dalam fikiran, lalu menjadi deretan aksara. Yang dapat dibaca oleh orang banyak. Apalagi di zaman kini orang dapat membaca dimanapun dia berada dan kapanpun yang dimaunya, tidak terbatas waktu ataupun ruang. Seni menulis merupakan kesenian yang menceritakan. Tetapi melalui sebuah butiran huruf yang terangkai, menjadi sebuah cerita mau apapun itu bentuknya. Bisa novel, cerpen, puisi, sajak, coretan biasa dan yang lain-lainnya. Tergantung penulisnya angin inspirasi apa yang hinggap didalam fikirannya. Karena tanpa adanya angin inspirasi memenuhi ruang fikiran, tentu bingung apa yang mau di goreskan di atas lembaran kertas cerita kehidupan. Tetapi yang telah terbiasa membuat guratan aksara di atas kertas sejarah nantinya. Inspirasi tidak bosan dan selalu datang menghampiri dimana saja, yang ia mau. Bahkan terkadang di waktu makan entah sarapan, makan siang ataupun santap malam dan kebetulan ada diluar rumah. Tiba-tiba inspirasi datang ada di dalam kepala padahal sebelumnya memeras fikiran agar muncul. Tetapi hal tersebut bukan menjadi suatu persoalan lantas harus dibiarkan, apabila penulis mengalami yang demikian tetap akan menggoreskan menggunakan alat seadanya terlebih dahulu seperti smart phone. Walau hanya sebaris atau beberapa jumlah kata, sangat berarti bagi penulisan, ketika sampai di rumah baru disatu-satukan.

Sebagai penutup di atas adalah hanya beberapa contoh saja dari sekian jenis seni atau pelaku seni yang telah ada. Sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis seni seperti menyanyi, sulap dan lain-lainnya. Yang terpenting adalah tekuni dan terus berkarya sesuai kemampuannya. Jiwa seni memang tidak dapat dipinta atau dibeli. Tetapi apabila ada niat dan mau belajar hal tersebut, bisa di asah dan terus dilatih. Dengan begitu apa yang dihasilkan bukan karbitan atau minta tolong orang tapi merupakan jerih payah sendiri. Terpenting cintai dan sayangi apa yang dilakukan. Dan jangan malu apa yang sudah dihasilkan. Karena apapun jenis seninya dan karya yang telah dihasilkan pasti lahir dari alam keheningan. Sehingga mewujudkan bisa apapun itu bentuknya gambar, pahatan, gerakan, tulisan dan lainnya. Semuanya itu menyimpan kandungan nilai didalamnya tidak sembarang orang dapat mengerti isinya. Tapi kalau menikmati keindahan luarnya siapa saja bisa merasakan. Sekali lagi, asalkan ada niat disitu pasti ada jalan. Seni bukan sesuatu hal yang kaku, dimana tidak bisa ditekuk ataupun di lipat. Walau tidak ada keturunan seorang seniman tapi jika ada niat mau belajar salah satu jenis seni, mudah-mudahan bisa dan tetap terus belajar. Jangan takut jelek dan karya yang telah dihasilkan segera di umumkan biar orang lain dapat menikmati buah manis pemikiranmu.