Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Semangat dalam menulis

Sebelum teman-teman melanjutkan membaca tulisan singkat ini yang perlu diketahui ialah. Pertama, tulisan ini diperuntukkan untuk teman-teman yang baru memulai dalam kegiatan penulisan atau masih bingung mau mengawalinya harus seperti apa. Kedua bagi teman-teman yang telah aktif atau memang menjadi pekerjaannya di dunia penulisan. Mungkin bisa di skip atau menambahkan apa yang kurang, dari tulisan singkat ini. Soalnya ini berdasarkan pengalaman penulis sendiri selama nyemplung di dunia penulisan dan barangkali dapat dikatakan langkah yang tidak sengaja. Sebelumnya atau dahulukala penulis sama sekali tidak bermimpi, apalagi terlintas kebayang untuk menjadi penulis walau masih seperti ceker ayam. Tetapi suka membaca. Memang kegiatan membaca sejak kecil hingga dewasa dan sampai sekarang ini. Dari situ lama-lama niat jadi timbul ingin menulis seperti orang-orang, yang memang telah lama ada di dalam buku atau di tulisan artikel namanya terpampang disana. Sebagai langkah awal di tahun 2011, memulai kegiatan penulisan tapi waktu itu mencoba menggoreskan pena membuat satu puisi. Dari situ menjadi ketagihan ingin menulis puisi terus. Hampir dua atau tiga hari sekali penulis, membuat puisi lalu di unggah di salah satu blog dan media sosial. Dengan seiringnya waktu yang tetap terus berputar seperti roda mobil kehidupan. Penulis mencoba memberanikan diri untuk menuliskan suatu artikel pendek, dapat dikatakan begitu. Tetapi tetap saja belum percaya diri. Karena ada salah satu teman yang mengatakan bahwa tulisan penulis tersebut sangat jelek sekali, tidak jelas dan kurang layak di baca untuk orang banyak. Tetapi dalam hati penulis sendiri, membaca hasil tulisan teman itu. Kalau dibandingkan dengan tulisan yang sama-sama lagi belajar biasa saja dan sama. Lalu penulis memperhatikan semua gendre penulisan, dari semua penulis yang ada di negeri ini.

Memang untuk pertama kali menulis rasanya jari-jari pegel semuanya. Walau nulisnya menggunakan keyboard eksternal atau yang tersedia di leptop. Tetapi terdorong rasa keinginan yang kuat dan diiringi semangat ingin bisa, akhirnya kesampaian juga menghasilkan sebuah karya. Namun selain dari keinginan dan semangat yang kuat, niscaya tidak akan terwujud jika hanya diam saja. Artinya jika dua hal itu telah ada tapi tidak segera menggoreskan pena, untuk apa. Jangan biarkan bayangan buruk menakuti dibelakang. Tetapi dibaliklah. Apabila tidak menggoreskan pena sekarang, nanti jika sudah tidak kuat siapa, yang akan menceritakan isi fikiranmu. Atau kalau tidak segera melakukan lantas siapa yang akan menggoreskan pena? Macan mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading dan manusia wafat meninggalkan nama serta jejak di belakang yang benar-benar baik. Dimana dari jejak tersebut ada yang mengikutinya entah saudaramu ataupun orang lain. Tetapi yang jelas bahwa orang tersebut ingin sepertimu. Karena dari itu tinggalkanlah jejak yang baik-baik jangan tinggalkan keburukan, walau terlihat diluar tampak bagus memukau siapa saja. Tetapi tinggalkan jejak yang baik luar maupun dalam. Sebab di dunia ini hanya sementara saja dan tutup usia tidak ada yang mengetahuinya. Mengingat hal tersebut jadi goreskan pena ketulusan hati dan prilaku. Agar nanti tertutupnya pintu nafas terakhir kalinya sewaktu-waktu, tidak ada lagi yang perlu dirisaukan. Bagi orang-orang mengikuti bekas tapak kakimu, semoga mempunyai semangat yang sama dan mempunyai ketulusan hati tidak jauh bedanya.

Tentu selain diatas sebagai cemeti semangat, agar lembaran kertas kosong segera dibuka. Terpenting adalah Garis Besar, apa yang mau dituangkan diatas kertas. Jika mau menulis puisi dengarkanlah apa kata suara hatimu, karena yang merasakan bagaimana jiwamu pada saat itu. Dan tetap terus-menerus belajar jangan pernah merasa puas, apa yang ada saat ini selalu meningkatkan untuk lebih baik lagi. Jika telah menyatu didalam aksara, sehari tidak menulis rasanya seperti tidak bertemu dengan orang yang paling dicintai. Disebabkan kemistrinya sudah dapat dan sulit untuk dijauhkan. Jadi setiap inspirasi datang menghampiri rasanya segera ingin menggoreskan, jangan sampai lepas apalagi meninggalkan pergi jauh. Karena inspirasi tidak dapat dibeli ataupun dipesan meskipun Open PO selama satu bulan. Hanya kesungguhan hati serta ditemani oleh keseriusan, yang selalu nempel seperti perangko. Kalau kita telah tenggelam di dalam lautan aksara dan ketika lagi menggoreskannya walau hujan, angin, ada makanan berdatangan itu semua tidak akan memengaruhi apalagi sampai berpaling. Di lubuk hati yang paling dalam hanya ada satu titik konsentrasi yaitu segera mau menyelesaikan suatu tulisan. Kalau bukan kita lantas siapa lagi yang akan menyelesaikannya. Apalagi kalau itu suatu pekerjaan yang telah di tunggu oleh waktu.

Inspirasi bagaikan seekor burung yang terbang diatas awang-awang akal manusia, lalu dia hinggap begitu saja. Jika tidak segera dipegang dimasukan kedalam kandang, maka dia akan kembali lepas entah kemana. Jadi oleh dari itu tetap semangat dan selalu mengerakkan pena. Jangan inspirasi yang pergi terbang meninggalkanmu. Tetapi namamu terbang bersama inspirasi pergi ketaman yang indah. Menikmati harumnya bunga-bunga yang ada di taman dan menyaksikan sepasang kupu-kupu saling bekejaran. Bagaikan ide yang terus keluar dari sarang fikiran dan jari-jari tetap terus menggerakkan pena mengukir huruf tiada henti, di atas lembaran kertas sejarah kehidupan. Seperti halnya calon kepala daerah, jika namanya tidak di tulis di papan nama tentu mustahil ada yang mengetahuinya. Atau anak yang baru saja masuk sekolah, kalau tidak memperkenalkan namanya tentu teman-temannya bingung harus memanggil apa. Gurunya juga harus mengabsen bagaimana. Jadi meskipun terlihat sepele kita harus dapat menulis nama sendiri, itu hal yang paling sederhana sekali.