Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Acara Peresmian

Teriknya panas matahari yang tepat diatas kepala tak menyurutkan semangat para penduduk desa Mayeng-mayeng Sarono, untuk bertepuk tangan menyambut peresmian Perusahaan Terus Mulyo. Karena seluruh karyawannya asli penduduk dari desa tersebut. Dimana perusahaan tersebut bergerak dibidang pertanian penggilingan padi yang memberikan harga terjangkau, selain itu juga menerima para warga yang ingin menjual dalam bentuk beras ataupun masih dalam bentuk gabah serta menyediakan pengicilan pupuk untuk semua petani. Dengan begitu kemudahan dan harga yang murah dapat dirasakan oleh petani karena hanya itu sebagai sumber penghasilan mereka. Pak Indra sebagai Direksi Perusahaan Terus Moyo, mendirikan beberapa unit disebagian kecamatan agar mudah diakses oleh para warga, sehingga tidak perlu lagi bersusah payah hanya ingin mendapatkan harga yang diinginkan menjual dengan harga mahal dan ketika membeli mendapatkan lebih murah. Karena dari hasil menjual gabah maupun beras untuk biaya hidup sehari-hari dan apabila ada yang mempunyai hajatan apapun itu, sumber dananya juga menjual komoditi tersebut.

Nasi tumpeng yang sudah dipersiapkan diatas meja dengan lauk urap dan ayam panggang menanti siapa ingin mencicipi terlebih dahulu. Namun sebelum itu salah satu pemuka agama yang di undang untuk mendoakan agar ketika dioperasikan nanti tidak ada halangan suatu apapun. Selesai di doakan nasi tumpeng tersebut dibagikan orang pertama yang menerima adalah pak Indra selaku Direksi. Sehabis itu panitia yang tugas membagikan mempersilahkan karyawan semuanya untuk mengambil sendiri-sendiri. Barisan antrian seperti kendaraan yang terkena macet. Disela-sela makan pak Indra mengatakan pada karyawan yang hadir semuanya bahwa dia ingin diadakan pertunjukan seni kebudayaan tapi tidak tahu jenis kesenian apa soalnya pak Indra sendiri bukan penduduk dari daerah itu. Lalu salah satu karyawannya menyeletuk tarian saja dan pak Indra bertanya lebih jauh itu jenis kesenian apa, terus salah satu karyawan menjelaskan panjang lebar soal jenis kesenian tersebut. Mendengarkan penjelasan itu dia hanya manggut-manggut. Pak Indra lalu memerintahkan kepada panitia untuk mencari informasi dan kalau bisa secepatnya dalam minggu ini mumpung suasananya masih terasa hangat. Dan ketua acara peresmian perusahaan Terus Mulyo, dipasrahkan untuk mengatur semuanya segala apa keperluannya serta apa saja yang dibutuhkan.

Panitia yang mendapatkan perintah langsung bertanya kepada salah satu karyawan yang menyeletuk tadi barangkali ia mengetahui. Benar saja ia langsung memberikan alamat lengkap penari yang dimaksudkan setelah panitia itu membaca lokasinya ternyata hanya tetangga kecamatan dan namanya Patmi. Lalu pak Indra mengutus dua panitia untuk menghubunginya bisa tidak minggu ini tampil di Perusahaan Terus Mulyo, dan jika bisa langsung disuruh melunasinya berapapun tarifnya. Masih dihari itu juga panitia yang diutus pak Indra sudah tiba lagi memberikan laporan penari tersebut bersedia, untuk tampil di minggu ini. Tetapi si penari meminta harga yang mahal sekali dan kalau difikir-fikir melebihi yang lainnya. Namun pak Indra, tak perlu berfikir panjang lagi ataupun harus mempertimbangkan soal tarif itu, karena baginya ada harga pasti ada kualitas.

Seluruh panitia dan dibantu karyawan yang lain sibuk mempersiapkan panggung, kamar untuk istirahat sejanak serta segala sesuatunya. Mulai hari itu ada yang ditugaskan mencari kayu dan papan untuk membuat panggung, terus ada yang mencari sonsistem, ada juga yang disuruh menyewa seperangkat gamelan, panitia konsumsi lebih sibuk lagi harus menghitung jumlah makanan yang mau dibeli walaupun itu bukan acara hajatan nikahan atau sunatan. Hiruk-pikuk terjadi setiap kelompok yang sudah dibagi tugasnya masing-masing, diskusi setiap kelompok terlihat disana-sini untuk merundingkan harus bagaimana. Tingkah laku mereka beranekaragam ada yang tepuk-tepuk jidatnya, bagi panitia konsumsi membolak-balikan kertas catatan makanan apa yang kurang dan seterusnya. Disebabkan waktu yang sangat singkat, jadi memperlukan perhitungan matang jangan sampai ada tercecer. Sigap dan guyup rukun gotong royong tidak ada yang sudah mengerjakan ini ataupun sudah mengerjakan itu, semuanya saling membantu tidak ada yang berpangku tangan. Karena pak Indra sendiri selaku pimpinan memberikan contoh ikut terjun secara langsung membantu, apa yang menjadi kerepotan rekan usahanya itu.

Kurang dari seminggu semua kebutuhan yang diperlukan telah siap sesuai dengan rencana diatas kertas. Hari hiburan dalam rangka peresmian Perusahaan Terus Mulyo, dimana penari Patmi akan mempertunjukan kebolehannya memainkan selendang merahnya. Waktu telah tiba barang-barang yang disewa panitia berdatangan satu per satu dan mulai dipasang sesuai tempatnya. Lelah letih terlihat jelas di wajah para panitia karena setelah mempersiapkan keperluan untuk pertunjukan, lalu sekarang harus menata perangkat agar nanti dapat berjalan dengan lancar acaranya. Panitia yang waktu itu ditugasi datang kerumahnya Patmi, lalu ia menelpon untuk memastikan akan datang apa tidak dihari yang telah ditentukan. Karena orang yang ditelponnya pasti akan datang dan telah dalam perjalanan tentu hati panitia tersebut senang sekali, sampai dia tidak tahu jika dibawah kakinya ada tumpukan kulit pisang terjatuh, ketika mau melangkahkan kakinya pembungkus buah yang manis itu terinjak.

Kedatangan Patmi disambut langsung pak Indra lalu mereka berdua duduk di ruang tamu, beberapa orang sibuk membuatkan minuman dan ada yang membawakan makanan ringan. Setelah pak Indra dan Patmi berbicara sebentar penari yang namanya telah terkenal sampai dimana-mana itu, dipersilahkan beristirahat sejenak. Dalam kamar yang telah disediakan panitia. Diluar halaman kantor seksi perlengkapan sedang mengecek alat-alat yang akan digunakan yaitu mikropon dan sonsistem. Sebagian panitia lainnya terlihat menyusun meja dan kursi walau tidak mengundang tamu tapi pak Indra menyediakan untuk bagi penonton siapapun yang mau mendudukinya. Waktu terus melaju berlalu tidak pernah mau menunggu. Panitia yang ditugaskan sebagai mc, sudah ada diatas panggung untuk membacakan susunan acara. Sambutan demi sambutan terus diberikan mulai dari pak Indra selaku direksi, lalu wakil direksi dan beberapa orang yang memang turut andil berdirinya perusahaan Terus Mulyo. Agar mempersingkat waktu para pimpinan tersebut memberikan pidatonya sangat singkat, agar acara inti yakni tarian tayup biar bisa dipertunjukan. Mengingat waktu telah malam jam di tangan pak Indra, menunjukan pukul sepuluh malam lebih hampir setengah sebelas.

Pertunjukan yang dinantikan dimulai juga semua pandangan ditujukan tarian yang sederhana tapi mempunyai daya tarik tersendiri. Patmi terus berlenggak-lenggok terkadang menghebaskan selendangnya yang berwarna merah itu kekanan dan kekiri, sembari mengikuti irama gendang. Tlak, tlung tlak, tlung tlak, tlung. Sampai pak Indra juga ikut berjoget dari tempat duduknya menggoyang-goyangkan kepalanya, hingga dia request tembang Kijing Miring. Satu per satu orang yang hadir ikut berjoget bersama Patmi ditengah panggung. Pertunjukan sempat terhenti sesaat karena ada salah satu penonton yang tidak sabar ingin lebih dahulu tapi diatas panggung sudah ada orang lain, sehingga penonton yang baru saja datang itu mendorong hingga terjatuh. Tapi segera dilerai dan dilanjutkan kembali.

Semakin malam suasana bertambah hangat saja gending yang dibawakan sebagai pengiring lenggak-lenggok tarian Patmi, membuat mata tidak ingin terpejam walau hanya setarikan nafas. Pak Indra selaku pimpinan Perusahaan Terus Mulyo, dalam hatinya bertanya-tanya yang membuatnya bingung. Karena semakin bertambah malam tamu seperti semut keluar dari sarangnya. Bukan hanya itu melihat cara orang-orang yang tidak dikenalnya dan belum pernah dilihat sebelumnya, caranya berpakaian rapih, pakaian yang bermerek dan ada beberapa mengenakan jas. Dan pak Indra, menerima laporan dari salah satu karyawannya bahwa tamu-tamu yang bukan penduduk di desa sekitar tersebut mengendarai mobil semua. Karyawan pak Indra, juga menambahkan laporannya bahwa orang-orang itu tidak ada yang mau atau mengambil makanan yang sudah disuguhkan. Keanehan yang dilihat oleh karyawannya pak Slamet itu ketika ia sehabis melaksanakan sholat Isya soalnya sejak tadi belum sempat, lalu mengajak bersalaman salah satu dari mereka dengan tujuan berkenalan. Tapi yang menjadi keheranan dari karyawannya pak Slamet, wajah-wajah orang yang habis diajak bersalaman terlihat gelisah dan seperti menahan rasa sakit. Keanehan itu yang dilaporkan kepada pimpinannya yakni pak Indra.

Tapi pimpinan perusahaan yang bergerak dibidang pertanian tersebut hanya menganggap itu perasaan karyawannya saja. Sehingga dia tidak mau berfikir lebih jauh lagi. Dan karyawan yang tadi melaporkan apa yang dilihatnya juga langsung berkumpul dengan temannya, untuk melanjutkan tontonan tarian. Patmi masih terus berlenggak-lenggok kali ini tidak seperti tadi sore ketika baru mulai, waktu mengijak tengah malam gerakannya membuat orang terbengong-bengong dan wajahnya bertampak bagaikan bulan purnama yang menerangi gelapnya malam. Sampai pak Indra berdiri dari tempat duduknya untuk lebih dekat lagi biar jelas apa yang dilihatnya, karena wajah yang tadinya biasa saja, lalu menjadi terlihat anggun. Dan setiap gerakan tarian seperti membuat hati ada yang berdesir.